Berbagi Cerita

Rabu, 12 Desember 2018

~*~ ISTRIKU CEMBURU ~*~



Dan untuk kali ini, aku harus mengatakan tidak pada teman-teman ku, untuk ikut bersama mereka "jalan-jalan".

Cukup sering aku bepergian keluar kota, untuk melaksanakan aktivitas sembari jalan-jalan menikmati kota yang dituju. Menikmati keindahan alamnya maupun kulinernya. Efek sampingnya, aku berjauhan dari istri dan anakku.

Istriku sepertinya cemburu yang akhirnya dengan kondisi yang ada, aku harus meng-cancel jadwal di dua weekend kemarin. Satu jalan-jalan ke Jawa Barat dan satunya lagi ke Ibukota negara.


Istriku mengajak untuk menginap diluar rumah, fix kali ini aku harus menyetujuinya. Survei ke beberapa tempat penginapan, akhirnya aku lakukan. Dan akhirnya, jadilah tempat penginapan disalah satu pinggiran kota.

Kamis, 5 Juli 2018 pihak penginapan meneleponku. Katanya, ada kamar kosong sehingga besok Jumat kami dipersilahkan untuk datang menempatinya. Jumat siang kami berangkat berdua kesana, sementara Aqila putriku bersama adik-adikku dirumah.

Sekamar berdua hanya bersama istri, bedanya dia mendapatkan pelayanan spesial dari penginapan. Bubur dan kecap adalah menu yang dihidangkan. Tidak lebih dari itu. Malamnya, pihak penginapan memintaku untuk mengambil menu spesial di Palang Merah Indonesia. Dua kantong jus merah berjenis O plus.

Sabtu dan Minggu, masih bermenukan bubur dan kecap, sambil sesekali melihat tayangan berita sebagai hiburannya. Weekend kali ini tidak ada menu lainnya. Sesekali aku izin ke istri untuk pulang ke rumah menjenguk Aqila, sembari membawakan es krim kesukaannya. Sampai di rumah, hanya video call yang mengantarkan kerinduan Ibu dan anaknya.

Senin, menu untuk istri berubah yaitu segelas susu tiap dua jam sekali, hingga tengah malam nanti dia harus mulai puasa.

Selasa siang, pihak penginapan menjemput untuk pindah kamar tidak jauh dari sebelumnya. Ummu Aqila akan menjalani pelayanan yang lebih intensif, untuk mengambil sesuatu yang ada di colonnya. Prosesnya cukup lama, kurang lebih 4 jam di kamar yang di pintunya bertuliskan steril itu.

Jam setengah empat aku dipanggil untuk masuk ke ruangan steril tersebut, melihat istri ku tertidur karena bius, namun tergambar jelas diraut wajahnya menahan rasa sakit. Kulihat sesuatu yang ditunjukkan oleh Bapak yang menggunakan masker, penutup kepala dan berseragam biru muda bahwa seonggok daging merah bercampur darah itulah yang membuat dia selama ini sering mengeluh.

Dengan kasur beroda empat, istriku dibawa kembali ke kamar tempat menginap sebelumnya. Belum sadar, namun sedikit bisa memberikan isyarat. Hingga Maghrib ia sudah mulai sadar sembari diiringi rasa sakit karena bedah diperutnya.

Sekali lagi ini aku katakan, aku menyayanginya karena Allah. Dengan kondisi yang demikian, ia tetap berusaha melaksanakan shalat Maghrib dengan kondisi tertidur dan sekedar isyarat. Dan berkomitmen untuk mengganti (qodho) sholat dhuhur dan ashar yang terlewat.

Rabu, Kamis masih belum banyak perubahan. Jumat ini tepat seminggu dia bermalam disini, alhamdulillah sudah mulai cukup lancar untuk diajak berbicara dengan sesekali hanya isyarat. Ummu Aqila tidak diperbolehkan untuk makan atau minum selama tiga hari, melainkan hanya asupan cairan dari selang yang mengalir melalui tangannya.

Ya Allah Ya Tuhanku, Tuhan dari segala manusia dimuka bumi, berikanlah kesembuhan kepadanya, angkatlah penyakitnya, dan jadikanlah penyakit yang ia derita sebagai pelebur dosa. Hanya kepadamu lah kami meminta kesembuhan, kesembuhan yang tak ada kambuh lagi." ( H.R. Bukhari dan Muslim)


--Ayah Aqila--

Diposting oleh Aqeela mumtazah di 1:03 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 21 November 2018

~*~ Kesia-kesian ~*~




  • Cek cek amalan diri, apakah kebaikan lebih banyak dari kemaksiatan?atau sebaliknya.

    Apakah sosmedan lebih lama daripada baca al quran.atau sebaliknya?

    Pegang hape kuat berjam-jam.

    Giliran baca Al quran.

    Ampuuun dah.. Dapat selembaran, tangan pengen tutup udahan.

    Mata merem melek ngajak tiduran.

    Duduk udah geser kiri geser kanan.

    khatam sekali juga tahunan.

    Duuuh...syetan memang tugasnya demikian.

    Menggoda dan menyesatkan insan.

    Ingat selalu bahwa kita tak lepas dari pantauan tuhan.

    Segera sadarkan diri bahwa hidup ini sementara kawan.

    Baik buruknya akan dipertanggungjawabkan.

    Jangan lupa berdoa agar selalu dijauhkan dari kemaksiatan.

    Minta kepada allah agar istiqomah dalam ketaatan.

    Karena sungguh dunia ini hanya tempat persinggahan.

    Tempat abadi kita di akhiratnya robb semesta alam.

    Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS.Al anam:32)

    Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.(QS.Taha:15)

    Astagfirullah.... akhir kita akan ditentukan oleh kebiasan kita sehari-hari.

    Dihabiskan dengan Ketaatan kah?
    Atau kemaksiatan?

    Mata,tangan, kaki mulut kita?

    Sudahkah berjalan sesuai dengan apa yang diperintahkan.

    Astagfirullah... Buatlah aktifitas sehari-hari semakin bertambah mendekat pada ilahi. 

  • #Pengingat untuk diri yang penuh dosa.


Diposting oleh Aqeela mumtazah di 10:31 AM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 25 April 2018

~*~ Tragedi Kunci ~*~

Tepat di hari Selasa tanggal dua puluh empat bulan April dua ribu delapan belas, kurang lebih pukul setengah dua siang.

Kala itu aku sedang mengiris wortel untuk bahan isian risol jualan ibu.

Ku kupas wortel satu demi satu sampai selesai, ku iris berbentuk kotak-kotak, ukurannya tidak boleh lebih besar, harus kecil-kecil agar tidak sobek saat digulung ke dalam kulit risol.

Ku iris satu persatu-satu di atas 'talenan' dan tampah besar, sedikit mengerakkan badan yang kurang fit, agar aliran darah kembali berjalan dengan normal.

Tak lama, ku dengar suara dari sudut ruang rumah ibu.

'Umi bukaa..'

Dua kali..tiga kali..suara itu tak ku hiraukan, batinku berkata aqila anakku aman, sedang main masak-masakan di ruang tengah.

Aku pun melanjutkan mengiris wortel dengan tenang.

Semakin lama suara itu semakin kencang.

'Umiiiii bukaaaaa....'

'Astagfirullah...'
Langsung ku berlari menuju sumber suara.

Dek.....dimana? Rasa penasaranku menyeruap dalam jiwa.

'Umi bukaaaa'.
Bruugg...bruug.. .brugg..

Suara itu terdengar dari dalam kamar tengah. Dengan kondisi pintu tertutup.

Pintu yang tanpa pegangan itu  sudah mulai rusak, saat di tutup pun kondisinya seperti dikunci rapat.

Tangan mungilnya tak bisa menarik pintu untuk membukanya, karena sulit tak ada pegangan untuk ditarik.

Aku pun saat ingin membuka pintu dari dalam kamar, harus menarik paku yang terpatri kuat di belakang pintu itu.

'Ya allah dek...kenapa pintunya di tutup'. Pikiranku masih tenang.

'Mundur ya.. umi mau dorong pintunya'.

Terlihat dari celah pintu, ia pun menjauh dari belakang pintu.

Pikiranku masih tenang, ku pikir ia hanya terjebak dalam pintu yang rusak saja. Ia tak bisa membuka pintu itu.

'Brugg....ku dorong dengan tenaga yang ada'.

Tapi...

Astagfirullah....

Pintu terkunci....!!!

Cemasku menyeruap dalam dada.

'Dek...Astagfirullah dedek terkunci di dalam nak'.

Ia hanya diam dibelakang pintu, Tak menjawab apa2.

Ya allah...baru kali ini aku merasa sangat-sangat bersalah, anakku aqila terkunci didalam kamar sendirian.

Aku cemas..

Ia tak menjawab apa-apa, sesekali ia hanya menggerakkan badannya di balik pintu.
Seolah merasa tak terjadi apa-apa.
Belum mengerti, jika ia terkunci di dalam kamar.

'Dek..buka nak...kuncinya'. ulangku.

'Iya...' sahutnya.

Kreek...kreek...terdengar suara selot kunci seperti dibuka.

Mundur ya nak...umi mau dorong.

Ia menghindar, dan ku doronglah pintu itu.

Bruggg..
'Astagfirullah.... dek belum kebuka kunci nya'.
Jantungku berdetak kencang. Muncul kekhawatiran yang mendalam.


'Coba ambil kursi merah itu dek', perintahku'.
Terlihat dari celah pintu, disamping lemari pakaian ada kursi kecil berwarna merah.

'Dedek naik ke kursi ya, nanti kuncinya buka lagi'

Kembali ia lakukan, dan bunyi gerakkan kunci pun terdengar.
Kreek...kreek...kreek...

Tapi...

Ternyata nihil, pintu pun tidak berhasil dibukanya.

Pintu masih tetap terkunci dan ia masih di dalam kamar sendiri.

Ya allah..

'Dek coba lagi ya nak..'
Kembali ku instruksikan padanya.

Kreek...kreek...coba mundur lagi nak.

Bismillah...

Bruggggg.....

Kembali ku dorong pintu itu.
Berharap aqila anakku kali ini bisa membukanya.

Dan....

Alhamdulillah..Ya allah..

Pintu pun terbuka.
Aqila anakku berhasil membuka selot an kunci itu.
Aku pun langsung memeluknya.

Lagi-lagi ia hanya nyengir kegirangan. :D

Tergambar dari raut wajahnya,  ia sumringah sudah berhasil keluar dan bertemu uminya.

____
Masya allah nak..
Ini pelajaran buat umi.
Agar umi tidak lalai dalam menjagamu.
Karena kamu satu-satu nya amanah dari Allah untuk umi jaga.

Maafkan umi nak.. :'(

Kelak...saat kau sudah dewasa.
Mungkin kau akan tertawa saat membaca tulisan sederhana ini.
Tragedi kunci yang terkunci karena ulah kepolosanmu.
Telah membuat jantung umi berdegup kencang.


-Munjul, Pandeglang-
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 10:21 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 21 Maret 2018

~*~ Orangtua ~*~

Orangtua tetaplah orangtua.
Saat anaknya menangis karena mengakui kesalahannya, saat itupula orang tua ikut menangis karena telah melemparkan pukulan ke kaki mungilnya.

Orangtua tetaplah orangtua.
Saat anaknya keluar rumah tanpa seizinnya.
Orangtua akan menunggu dengan setumpuk rasa khawatir menyelimuti dada.
Dan air mata itu tak sengaja jatuh dari pipinya.

Orang tua tetaplah Orang tua.
Meski anaknya sudah dewasa, orang tua akan tetap menyanyanginya, sama persis seperti ia masih balita.

Orangtua tetaplah orangtua.
Meski anaknya meminta maaf dengan cucuran air mata.
Tanpa dimintapun orangtua sudah memaafkannya.
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 6:42 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 04 Maret 2018

~*~ Hijab Terakhir ~*~


Kalau lihat diskon hijab.
Siapa coba yang tak suka ya?
Apalagi diskon hijab yang besar-besar an, tak ayal kaum hawa pun ingin segera membelinya.

Hijab kekinian dengan berbagai model dan motif, membuat para kaum hawa ingin mendapatkannya.

Tak ada salahnya membeli hijab.
Yang salah adalah mengkoleksinya hingga banyak, sampai ada yang tak terpakai.

Tapi apakah terfikir untuk membeli hijab terakhir ?
Hijab yang akan dikenakan saat 'pulang' menghadapi Rabb semesta alam.

Hijab  yang tidak ada motif,
Tidak ada warna-warni.
Hanya kain putih yang kasar lagi panas.
Yang akan membalut seluruh tubuh ini.

Pernahkah terpikir untuk mengkolekainya?
Untuk diri, suami atau anak kita?

Astagfirullah.. :'(

Terkadang yang terpikir hanya urusan dunia.
Urusan akhirat jadi terlupa.

Yang belum berhijab sesuai perintahNya.
Semoga allah mudah kan untuk bersegera.
Karena kita tak tahu kapan allah akan memanggil kita.

*Muhasabahku
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 12:08 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 01 Maret 2018

~*~ Ghuota Berduka ~*~

Di media sosial penuh dengan foto dan video anak-anak Ghuota,

Tubuh mungil itu hancur lebur tak tersisa.

Ada genggaman sepasang tangan anak dan ibu yang terpisah dari tubuhnya.

Ada tangisan anak-anak tak berdosa.

Mereka menjerit meronta-ronta.

Dikelilingi jasad kaku bermandikan darah dimana-mana. :'(

Dan masihkah layak ku tertawa bahagia?

Ya allah..
Maafkan kami nak.

Kami umat muslim bagaikan buih di lautan.
Jumlah kami banyak.

Tapi kami tak berdaya.
Tak bisa menolong untuk memberhentikan semua kezaliman yang dirasakan disana.

Bom bertubi-tubi.
Korban banyak berjatuhan,
Termasuk kamu nak,
Wajah mungil nan lucu tubuhmu bersimbah  darah.
Dan banyak temanmu pun yang meregang nyawa.

Ya allah...
Dimana suara para pemimpin muslim negeri ini?
Sampai saat ini pemimpin kami belum juga menghentikannya.
Tentara-tentara kaum muslim belum juga dikirim kesana.

Ya allah..
sungguh sesak dada ini menyaksikannya.
Anak kecil tak berdosa, terpaksa kembali ke pangkuanMu karena ulah kebengisan penguasa yang durjana.

Bukankah kaum muslim itu bagaikan satu tubuh.
Saat kaki merasa sakit anggota tubuh yang lainnya pun merasakannya?

Sayangnya saat ini tidak begitu adanya.
Kaum muslim di sekat-sekat oleh nasionalisme.
Menganggap bahwa Guotha,
bukanlah masalah kita.
Adalah masalah mereka.
Disana adalah penderitaan mereka.

Ya allah...
Sungguh kami butuh pemimpin yang peduli dan mampu menjaga darah saudara kami.
Pemimpin yang menjadi perisai bagi kaumnya.

Bersatulah wahai kaum muslim, dibawah satu kepemimpinan yang mau menjaga hak-hak hidup manusia.
Termasuk Goutha.
Karena mereka adalah saudara kita.
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 10:28 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 28 Februari 2018

~*~ Resep Perkedel Kentang Simple ~*~


Sudah lama gak masak perkedel kentang,
jadi kangen juga mak. Masaknya simple dan cepat biar langsung bisa di makan mak. Hehe..

Ini resepnya ya mak.
Bahan-bahan:
1/2 Kg Kentang
1 Butir Telur
5 Siung Bawang Merah
Secukupnya Merica Bubuk, Garam, Kaldu.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Kupas kentang lalu potong-potong, cuci bersih dan tiriskan.

2. Goreng kentang dan bawang merah yang sudah di iris sampai matang, haluskan kentang pakai garpu, beri secukupnya garam, kaldu, merica bubuk dan bawang goreng.

3. Kocok telur, masukan 1/2 bagian kocokan telur ke dalam kentang yang sudah dihaluskan. Aduk-aduk sampai rata. Diamkan sebentar. Lalu bulatkan.

4. Balurkan bulatan kentang ke dalam 1/2 bagian kocokan telur, lalu goreng sampai kecoklatan. Angkat dan sajikan untuk keluarga tercinta.

Gampang kan mak? saya paling seneng dengan masakan sederhana dan simple gak pakai waktu lama.

Selamat mencoba ya mak. :)

Diposting oleh Aqeela mumtazah di 5:56 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 14 Februari 2018

~*~ Menikmati Perjalanan ~*~


Sepenggal tragedi perjalananku kali ini.

Tujuan Serang -Jawa menuju rumah suami.

Menjenguk sang ibu yang sakit sudah beberapa hari.

Sampai Bekasi AC di mobil mati.

Setengah jam cukup untuk memperbaiki.

Alhamdulillah perjalanan pun lancar kembali.

Sampai Kebumen mobilnya mogok
Lagi.

Alhamdulillah lagi ku nikmati.

Jika tidak pasti akan 'gremeti' bikin capek ke hati.

Dan sampailah di tempat persinggahan.

Istirahat sejenak tuk meluruskan badan.

Serta sholat tuk tunaikan kewajiban.

Dan..

Tibalah saatnya makan.

Mengisi perut yang mulai keroncongan.

Ku ambil secukupnya nasi, lauk pauk dan sayuran.

Tak lupa juga secangkir teh hangat di nampan.

Alhamdulillah...ku nikmati setiap suap makanan.

Dan...

Tiba pada suapan berikutnya,

Ku temukan seekor hewan imut dipiring makan.

Astagfirullah...

Ini apaan?

Hewan imut itu ngumpet di sela-sela sayuran.

Oh...tuhan...

Bersyukur ku masih di beri penglihatan tajam.

Jika tidak...

Hewan imut itu kan terkunyah dan ku telan dalam-dalam.

Nafsu makanku pun berkurang.

Ku akhiri dengan seteguk minuman.

Teh hangat manis menyegarkan tenggorokan.

Tapi sebentar....

Ko ada rasa asin dalam teh manis yang ku minum barusan.

Ini apaan?

Teh manis hangat rasa asin seperti oralit buatan.

Mual ku bertambah,

Kubergegas ke bus, ambil makanan penetral mual.

Alhamdulillah...

Mual ku hilang sudah.

**

Dalam perjalanan ku ambil sedikit pelajaran.

Perlu menikmati dan tumbuhkan kesabaran.

Terlebih lagi di saat perjalanan.

Bersyukurlah maka allah akan tambahkan kenikmatan.

Alhamdulillah...

-Ummu Aqila--
Yogyakarta, 14 Februari 2018

Diposting oleh Aqeela mumtazah di 10:27 AM 2 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 12 Februari 2018

~*~ Kehidupan Hakiki ~*~


Setiap yang bernyawa akan mati.

Kematian tak mengenal usia dan jabatan tinggi.

Tua muda perempuan dan laki-laki.

Semua akan kembali kepada
Allah sang pencipta dan pengatur kehidupan ini.

Tahukah diri...?

Untuk apa hidup di dunia yang fana ini?

Apakah hanya untuk mencari kesenangan duniawi?

Ataukah untuk beribadah kepada ilahi?

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat : 56)

Allah menciptakan jin dan manusia tujuannya agar beribadah kepadaNya.

Mentaati dan menjauhi semua laranganNya.

Hidup di dunia ini.

Semuanya Tak ada yang abdi.

Kecuali amalan diri.

Bekal tuk menghadap ilahi.

*muhasabahdiri
*Photo: internet
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 12:12 AM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 09 Februari 2018

~*~ Menulislah ~*~


Menulislah wahai diri...

Rangkai kata-kata menjadi kalimat penuh arti.

Bubuhi dengan ayat-ayat suci.

Agar...

Membacanya semakin melembutkan hati.

Membacanya semakin mendekatkan diri pada ilahi.

Menulislah wahai diri...

Ragamu bisa mati.

Tapi....

Tulisanmu kan tetap abadi.

*Nasihat untuk diri.
Yang sedang belajar menulis dari hati.

-Ummu Aqila--
Serang, 8 Februari 2018

*Photo: internet
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 8:52 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

~*~ Resep Sukses AMK ~*~

Dulu.... semenjak belum mengenal program OPEy, berat sekali rasanya untuk menuangkan kata-kata menjadi sebuah kalimat yang bermakna.
Apalagi sampai di publikasikan di sosial media.

Rasanya gak pede, tulisan saya nanti ketahuan jeleknya.
Takut nanti gak ada yang baca.
Padahal... ya kalau ketahuan jelek tulisannya, berarti ada yang memperhatikan, dan masukkan bagi saya agar terus belajar lagi untuk menulis.

Padahal... kalaupun toh gak ada yang baca sama sekali, ya gak apa-apa,
Namanya juga masih belajar.
Yang terpenting adalah kita menulis karena apa?
Karena manusia atau karena ingin banyak pembaca?

Akan kecewa jika menulis berharap karena manusia, cukup lillah saja.
Insyaallah sepanjang apa pun tulisannya, dan sepegel apapun kita ngetik. Tidak akan merasa kecewa.

Tak lama setelah ikutan program OPEy, sayapun tertarik dengan AMK (Akademi Menulis Kreatif).
Disana saya diajarkan menulis dari materi dasar, tentunya cocok untuk pemula seperti saya.

Menulis aktifitas menuangkan kata-kata yang ada dikepala.
Tak perlu takut salah kata.
Apalagi takut gak dibaca.
Karena sejatinya setiap tulisan akan selalu ada pembaca setia.
Entah itu satu atau dua orang pembacanya.

Membaca dan menulis dua hal tidak dapat dipisahkan, kedunya saling melengkapi, jika ingin menjadi penulis sungguhan. Bisa di coba nih 4 dari 5 resep  sukses yang saya pelajari di AMK.

1. Tujuan yang jelas.

Tujuan seseorang menulis  harus jelas, contohnya ingin membuat satu buku.

2. Ukuran yang kongkret.

Seorang pembalap harus tau garis finish, Begitupun seorang penulis harus tau finishnya, apakah tulisannya akan berakhir di media cetak atau di blog saja.

3. Pengalaman sukses.

Bagi pemula seperti saya, yang sudah berani memposting tulisan itu adalah pengaman sukses saya. Minimalnya saya telah sukses membuang rasa tidak percaya diri dan rasa takut saya.

4. Pengakuan atas pencapaian.

Akan ada rasa bangga/bersyukur terhadap karya sendiri, meskipun saat ini masih sebatas tulisan di status efbe, berilah reward semisal dengan membeli buku baru. Agar semakin semangat membaca dan menuangkan isi pikiran yang terserap dari membaca.

Satu resep lagi masih menunggu, akan dibahas pada pertemuan KULWA minggu depan. Bikin saya penasaran, kamu juga kan? :D

Semoga masih bisa meraup ilmu sedalam-dalamnya, dan membagikannya untuk yang lain.

'Menulislah, karena hanya tulisan yang akan abadi setelah raga ini mati'.

-Ummu Aqila--
Serang, 9 Februari 2018

*Photo: internet

Diposting oleh Aqeela mumtazah di 8:49 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 02 Februari 2018

~*~ Resep Sukses Menulis ~*~


*ini tulisan saya dalam program OPEy (One Post Every day hari ke 19 tadi siang ya mak.

Mak-mak hari ini mau masak apa ?
Sayur asem, semur jengkol, tumis bawang, atau mendoan tempe pedas yang lagi kekinian itu ? :D

Pasti sudah ada list menu untuk dimasak hari ini kan mak ?

Masak itu butuh resep ya mak, sama halnya dengan kesuksesan, butuh banget yang namanya resep jitu.

Ini saya bagikan disini ya mak,
Alhamdulillah semalam saya ikut kulwa yang ke dua kalinya di grup AMK (Akademi Menulis Kreatif ).
Mudah-mudah bermanfaat, terutama untuk jiwa-jiwa pemenang dimanapun berada. :D

Poin pertama,
Harus memiliki tujuan yang jelas.

Contohnya, ketika sesorang  ditanya mau masak apa hari ini? Jawabnya mau masak semur jengkol, nah berarti sudah jelas tujuan masaknya.
Beda halnya dengan jawaban
'ah saya bingung nih mau masak apa hari ini' tujuannya gak jelas ya mak, gimana mau menikmati hasil masakannya.

Nah...ini nih mak trik agar TUJUAN jelas.

Saat mau menyusun tujuan gunakan model penyusunan *SMART*:

S= SPECIFIC (SPESIFIK)
M= MEASURABLE (TERUKUR)
A= ACHIEVEABLE (DAPAT DICAPAI)
R= REALISTIC (REALISTIS)
T= TIME-BOUNDED (DIBATASI WAKTU)

(Brian Tracy di buku Full Engagement)

S= SPECIFIC (SPESIFIK)
Banyak impian yang gagal karena tidak jelas tujuannya, jadi kalau punya tujuan harus lebih spesifik dan jelas ya mak.

M= MEASURABLE (TERUKUR)
Terukur maksudnya harus bisa dijelaskan dengan angka.

Contoh target yang terukur adalah
Dalam jangka setahun saya harus punya 1 buku.

A= ACHIEVEABLE (DAPAT DICAPAI)

R= REALISTIC (REALISTIS)
Tujuannya harus realistis, jika sehari mampu menulis selembar, ya rutinkan selembar sehari ya mak.

T= TIME-BOUNDED (DIBATASI WAKTU)
Apapun impian/visi hidup harus dibatasi waktu, maksudnya ada timelinenya.

Untuk yang ingin sukses menjadi penulis, rajin-rajinlah membaca dan rutinkan menulis, seiring berjalannya waktu insya allah kita bisa menulis.

'Pede aja tulis aja yang ada di pikiran kita'

kalau tulisannya bagus dan sampai tembus media, itu bonusnya barangkali ya mak. :)

Karena waktu kulwa nya terbatas, gak terasa membahas satu poin aja udah habis  waktunya mak, Masih ada beberapa poin lagi, insya allah di lanjut minggu depan ya mak.

Bersambung dulu... :D

Diposting oleh Aqeela mumtazah di 7:03 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 01 Februari 2018

~*~ Dua Golongan~*~


Jangan lihat gerhana bulan langsung ke bulan,

Jauuuuuh....

Lihat di bumi saja.

Begitu kira-kira candaan pembuka shalat gerhana semalam.

Selain memberi informasi seputar gerhana bulan, tata cara solatnyapun disampaikan.

Jamaah dengan khidmat mendengarkan.
Seisi ruangan mejadi tenang,
Sesekali keluar tangisan bayi dishaf sebelah kanan.

Fenomena gerhana bulan yang disaksikan manusia semalam.
Adalah salah satu dari sekian banyaknya  kebesaran Tuhan.

Ada pelajaran yang bisa diambil dari khutbah semalam.
Ustadz menyampaikan..
Ada dua golongan manusia ketika Allah perlihatkan tanda kebesaranNya.

Golongan yang pertama.
Adalah golongan manusia yang ketika melihat kebesaran allah,
ia akan semakin menambah ketaatannnya.
Ia akan semakin menambah kekhusuan dalam sholatnya.
Ia akan semakin rajin sodaqohya.
Ia akan semakin lembut hatinya.

Namun berbeda dengan golongan  yang ke dua.
Adalah segolongan umat yang ketika melihat kebesaran allah,
Tidak menambah ketaatanya.
Hatinya semakin keras.
Jiwanya semakin sombong.
Golongan tersebut adalah golongan  yang ingkar kepada Tuhannya.

Allah sebagai pencipta dan pengatur seluruh alam semesta.
Mudah baginya menampakkan kebesarannya.
Semoga kita termasuk golongan yang pertama.
Golongan orang-orang yang Allah jauhkan dari kemaksiatan dan  kemalasan dalam menjalankan semua perintahNya.
Aamiin..
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 8:12 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 30 Januari 2018

~*~ Kritikan~*~

Bagi pemula tentang dunia tulis menulis seperti saya, akan melempem jika pertama kali kita menulis dikomentari dengan bahasa yang 'anarkis' :D alias pedas abis.

Ibarat orang mau naik pakai tangga, tangganya udah goyang-goyang sekuat tenaga dan diambillah tangga tersebut, tangga yang satu-satunya untuk kita bisa naik menggapai sesuatu dan membagikannya ke yang lain.
Yaaa.. kebayang kan rasanya? gimanaaaa gitu yaa.. :)

Tapi beda ya dengan komentar yang membangun mah, komentar yang membuat kita bikin keren lagi tulisannya. Itu mesti diterima dengan lapang dada.

Bagi pemula dalam dunia kepenulisan itu butuh banget yang namanya support, minimal support an para gurunya.

Tapi tetap ya tujuan utama kita menulis ikhlas karena allah saja.
Karena pasti akan berujung kecewa jika kita berharap pada manusia semata.

Memang sudah nalurinya, manusia ingin dipuji, tapi bukan berarti nambah sombong ya, bukan...tapi untuk lebih semangat dan giat lagi dalam menulis.

Meskipun tulisan saya gak bagus -bagus amat sih. masih sebatas tulisan curhatan hati gitu. :D
Tapi tidak apa2 ya, namanya juga pemula, siapa tau nanti bisa jadi penulis beneran. aamiin..

Saya jadi teringat komentar-komentar penulis buku, sebegitu mudahnya menulis, dan sebegitu gampangnya memberi komentar yang positip, membuat para pemula merasa enjoy dengan apa yang ditulisnya.

Beliau tidak hanya meninggalkan jejak 'jempol', tapi juga komentar simpel padat makna yang beliau tulis di kolom para anggota AMK.

'Tulisan yang renyah '

'Inspiratif'

'Keren'

'Saya suka. Renyah dikunyah tulisannya'

'Inspiring dan dalem'

'Storytelling yg keren'

Itu adalah salah satu diantara banyaknya komentar postif lain dari tulisan para anggota AMK.

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari Muslim).

Hadist di atas mengingatkan kita sebisa mungkin isi pembicaraan kita harus baik, jika tidak bisa lebih baik diam.
Agar tidak ada hati yang tersakiti dengan ucapan atau komentar pedas kita.
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 8:04 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 23 Januari 2018

~*~ Keburukan yang Terkondisikan ~*~

Hari sabtu adalah waktu untuk bertemu dengan ke lima anakku,
Kami harus meluangkan waktu, minimal seminggu sekali bertemu, saling curhat, saling bertukar pikiran seperti tentang kondisi kids zaman sekarang.

Alhamdulillah..
Ke lima anak-anakku, mereka berada dilingkungan pesantren yang sudah dikondisikan.
Pakaian tertutup rapi sempurna,
Tidak ada interaksi laki-laki dan perempuan.

Mata dijaga dari pandangan yang diharamkan.
Selalu berkata santun nan sopan.
Tak henti melantunkan ayat suci alquran.
Bahasa arabpun sudah menjadi bahasa keseharian .

Jika ada yang melanggar aturan,
Sanksi pun harus diberikan,
Dikasih pemahaman agar kesalahan tak lagi terulang.

Tapi...
berbeda dengan
Kondisi kids di seberang,
banyak kids berpacaran,
Berpakaian serba minim seperti kurang bahan.

Sudah terbisa melihat kids bergandengan tangan.
Berpelukan, bahkan ada yang benci*man.
Astagfirullah...
Urat malu sudah hilang,
Katanya yang penting kekinian dan gak ketinggalan zaman.

Sinetron pun gak mau ketinggalan.
Sepasang anak muda-mudi dijadikan peran,
mempertontonkan kemewahan, pergaulan bebas dan tawuran.

Merasa ada tontonan, kids pun mempraktekkan,
Mencoba-coba dan ingin menuntaskan rasa penasaran.

Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan,
Menjadikan kondisi kids seperti sekarang.
Tidak ada aturan, semua bebas mengatasnamakan  HAM.

Jika diibaratkan...
Handphone benda mati saja punya aturan.
Jika salah menggunakan,
Dipastikan akan hancur tak tersisakan.

Manusia allah ciptakan untuk taati aturan,
Agar tak salah mencari jalan.
Kebaikan ia sendiri yang akan rasakan

Sayang seribu sayang.
Saat ini Alquran belum bisa dijadikan aturan dalam pemerintahan.

Butuh perjuangan untuk terus menyampaikan, serta memahamkan bahwa tidak ada aturan yang lebih baik bagi seluruh insan.
Kecuali aturan dalam Islam.

Jangan khawatir...
Kebaikan tidak hanya dirasakan oleh yang beragama islam.
Tapi untuk manusia seluruh alam.

*Poto: internet
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 9:40 AM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 22 Januari 2018

~*~ Kolam Terpisah ~*~


Sedikit cerita waktu liburan sekolah kemarin ya mak, kami bertiga, saya, suami dan anak saya, berlibur ke pemandian air panas Cisolong, tepatnya ada di Desa Sukamanah Kecamatan Kadu Hejo, Pandeglang Banten.

Perjalanan dari Serang ke Cisolong kurang lebih 1.5 jam, sebetulnya 1 jam juga cukup sampai lokasi, tapi karena membawa anak kecil jadi bawa motornya  pelan-pelan saja. :)

Pemandangan Serang-Pandeglang lumayan indah, kanan kiri jalan kita akan di sajikan dengan pemandangan sawah hijau yang membentang luas, (waktu itu masih hijau ya :D)  pegunungan yang menjulang tinggi, hawa dingin dari pegununganpun terasa  sampai menusuk kaki.

Sampai disana sekitar pukul 08.30, kami disambut oleh bapak penjaga tiket masuk yang sangat ramah, bahasa Sunda si Bapak yang kental, membuat suami saya mengerutkan kening, gak ngerti  harus menjawab apa.hehe.. maklum asli Jawa. :)
Padahal si bapak itu cuma bilang begini  'mun tos berang siga kie mah sok rame pak, komo ieu pas liburan sakola'
(Kalau udah siang gini mah rame pak, apalagi ini pas liburan sekolah)

Tiket masuknya terbilang murah meriah, hanya Rp.10.000 untuk dewasa, dan Rp.5.000 untuk anak-anak. Anak saya umur 3 tahun tidak dihitung bayar tiket.

Sekitar 100 meter kita jalan kaki lagi dari pintu masuk ke kolam, disepanjang jalan masuk kita akan disambut dengan rimbunan bambu hijau dan pohon buah Naga, sayangnya saat itu belum berbuah pohon naganya. Jadi gak bisa ambil potonya deh.


Yang paling menarik disana ada kolam yang di 'infishol tam' loh mak, hehe...maksudnya kolam yang dipisah untuk perempuan dan laki-laki, jadi lebih nyaman ya, terutama bagi  emak-emak yang istiqomah menutup aurat sempurna dimana pun berapa, :D cukup bayar Rp.3.000 kita bisa sepuasnya berendam di kolam tertutup itu.

Kabarnya di pemandian air panas Cisolong juga airnya mengandung zat kalsium, magnesium ,sulfat, dan termo,(info lanjut hubungi mbah google ya mak..hehe) yang dapat mengatasi beberapa penyakit, seperti penyakit reumatik dan penyakit kulit.

Asik kan mak.. liburan murah meriah dan menyenangkan, penyakit pun hilang. :D

Secara naluri memang para emak mana pun menginginkan berenang atau sekedar berendam dengan nyaman, aman dan bebas bergerak tentunya, untuk menghindari celah-celah dosa dari ikhtilath (campur baur antar laki-laki dan perempuan yang bukan mahram) yang tidak diperbolehkan dalam ajaran islam,
terkecuali memang  dalam aktivitas jual beli, belajar mengajar, merawat orang sakit, pengajian di masjid, atau dalam melakukan ibadah haji. Itu lain lagi ya mak. Boleh kalau aktifitas tersebut mah.

Semoga para emak -emak dimanapun berapa,  tetap istiqomah menjaga ajaran islam dalam segala aktivitas apapun, termasuk saat sedang liburan. :)
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 8:47 AM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 21 Januari 2018

~ * ~ Resep Popcorn Anti Gagal ~ * ~





Sudah hampir dua mingguan ini, saya senang berbagi resep masakan sederhana dan simple ala-ala saya, (maksudnya ala-kadarnya :D), mulai tanggal 1 januari 2018 kemarin sih, baru ada sekitar 12 menu masakan.

Masakannya sederhana hasil tangan sendiri, dan saya post di web komunitas pencinta makanan, komunitas yang sudah menjangkau ke luar negeri itu loh, tidak usah saya sebutkan disini ya nama web nya, khawatirnya dikira iklan terselubung. hehe...

Bagi emak-emak yang suka berkunjung ke mbah google dan ketik resep masakan, pasti sudah hapal betul nama web nya ya. :)

12 menu masakkan yang saya publikasikan itu, ada beberapa menu yang paling  banyak dikunjungi, sampai hari ini hampir mau dua ribu an pengunjung, ada beberapa juga yang mengklik cookmark, dan sudah ada yang merecook. Alhamdulillah.. :)

Salah satu menu yang banyak dikunjungi pertama adalah 'cilok enak praktis'.
Entahlah...apa yang membuat begitu banyak mengunjungi resep cilok itu.
Padahal belum lama juga saya publikasikan, sekitar tanggal 7 januari yang lalu, itu artinya baru semingguan.

Pengujung hampir dua ribuan dalam waktu seminggu itu menurut saya mah udah banyak. hehe..
Maklum saja pemula ya, jadi liat angka segitu serasa wow gitu.

Resep yang kedua yang hampir mau dua ribuan dikunjungi itu adalah resep jagung 'popcorn' manis praktis.
Ini saya bagikan disini ya cara memasaknya.

Pertama-tama siapkan bahan-bahannya dulu,
1. Segenggam Jagung kering,
2.1 sendok margarin,
3.1 sendok gula pasir.

Langkah-langkahnya sebagai berikut,

1. Masukan  satu sendok margarin dan jagung kering ke dalam panci,
lalu tutup rapat.
2. Nyalakan kompor dengan api sedang. Masak sambil di goyang-goyang ya, tujuannya agar jagung matang sempurna, tandanya tidak ada bunyi pletok-pletok lagi ya.
3. Siapkan wajan lalu beri satu sendok gula pasir. Masak sampai menjadi karamel, jika sudah menjadi karamel masukan jagung matangnya dan aduk-aduk sampai merata.
Angkat dan sajikan untuk keluarga tercinta.

Saya pun pernah memasak jagung yang gagal mekarnya, ternyata setelah di analisa dan membandingkan dengan percobaan yang ke 2, salahnya pada api yang nyala terlalu besar.

Yang mau mencoba selamat mencoba ya, jangan pernah takut gagal, tanpa mencoba kita tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahannya.

'Dimana ada kegagalan disitu ada pembelajaran'

Berbagi itu harus, tanpa harus meminta imbalan.
Apalagi jika berbagi kebaikan, itu sudah menjadi kewajiban.
Agar bukan hanya diri sendiri yang dapat merasakan kebaikan.
Tapi orang lain juga harus mendapatkan.



Serang, 17-01-2018
Diposting oleh Aqeela mumtazah di 9:23 PM 2 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

~*~ Pakaian Kita ~*~

Jangan mengira orang yang menikah akan selalu baik-baik saja,
Tidak...
Sudah alaminya...
Pasti akan ada pertengkaran kecil ditengah-ditengah mereka.

Wajar saja..
Karena menyatukan dua insan berkarakter beda,
Tidak semudah kita bicara.

Hanya saja ada beberapa orang mengatasi masalah dengan cara dewasa.
Tidak seperti anak kecil yang manja,
Bentar-bentar bilang 'pulangkan saja aku pada orang tua' :D

Suami isteri harus sama-sama paham,
Bahwa ke duanya tidak ada yang sempurna,
Jika suami marah, isteri senantiasa diam, begitupun sebaliknya.

Pahit manisnya keluarga cukup diketahui berdua,
Jangan sampai diumbar ke sosial media.
Ini namanya kurang dewasa.

Bukankah suami atau isteri itu ibarat pakaian kita,
Sama-sama saling menutupi....
Menutupi aib rumah tangga.

....Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka....
(QS.Al-Baqarah :187)

Niatkan menikah karena allah semata,
Insya allah semua aktifitas akan bernilai pahala.

*Poto: Internet


Diposting oleh Aqeela mumtazah di 3:45 PM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

~*~ Anakku Investasi Akhiratku ~*~

Nak...
Menutup aurat dengan sempurna itu bukan saat sholat saja,
Atau saat pergi ke tanah suci saja,
Atau saat berada dimesjid saja,
Atau saat mengaji saja.

Bukan nak...

Tapi saat keluar rumah pun harus menutup aurat dengan sempurna,
Didalam rumahpun ketika ada yang bukan mahram, harus ditutup sempurna.

Kaki pun termasuk aurat nak,
Tidak hanya pas shalat saja kaki tak nampak,
Sedang setelahnya boleh dilihat.

Tidak nak...

Allah tidak hanya melihat  kita pas sholat,
Tapi Allah melihat kita setiap saat.

Allah sudah sampaikan di alquran, dalam
Surat Al-Ahzab ayat ke 59 tentang jilbab/gamis. (Boleh lihat kamus b.arab arti jilbab)

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al Ahzab:59)

Serta  dalam Surat An-Nur ayat ke 31 tentang khimar/kerudung yang menutup sampai dada.

...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya...(QS:An-Nur 31)

Lihat itu nak..
Permen yang dibungkus rapi tidak akan dihinggapi semut,
Tapi sebaliknya permen yang terbuka, semut akan menghisap habis manisnya.
Bahkan lalatpun tak segan tuk mendekatinya.

Nak...ibu tahu...
Godaan diluar sana memang begitu berat,
Bagaimana tidak?
Kamu yang sedang ibu ajarkan menutup aurat sempurna.
Tapi pakaian yang serba minim nan lucu bertebaran dimana2.

Disadari atau tidak, kita sedang di disuguhi melalui 4F dari barat nak.

Fashion..
Food..
Fun..
Film..

Semua masuk ke negeri kita tak henti-hentinya.
Siapa yang bertanggungjawab untuk mensaring semuanya nak?
Jika bukan dari keluarga.

Memang Ada...
Ada saja ibu yang lebih senang anaknya memakai pakaian terbuka.
Keren dan kekinian katanya.

Tapi....
Cukup bagi ibu...
Pakaianmu adalah pakaian yang tertutup sesuai syariatNya.

Engkau adalah investasi akhirat ibu.
Jika ibu tidak mendidikmu sedini mungkin tentang wajibnya menutup aurat.
Belum tentu 20 tahun yang akan datang ibu masih membersamaimu.


Diposting oleh Aqeela mumtazah di 1:44 PM 2 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Mengenai Saya

Aqeela mumtazah
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2020 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  Desember (3)
  • ▼  2018 (19)
    • ▼  Desember (1)
      • ~*~ ISTRIKU CEMBURU ~*~
    • ►  November (1)
      • ~*~ Kesia-kesian ~*~
    • ►  April (1)
      • ~*~ Tragedi Kunci ~*~
    • ►  Maret (3)
      • ~*~ Orangtua ~*~
      • ~*~ Hijab Terakhir ~*~
      • ~*~ Ghuota Berduka ~*~
    • ►  Februari (7)
      • ~*~ Resep Perkedel Kentang Simple ~*~
      • ~*~ Menikmati Perjalanan ~*~
      • ~*~ Kehidupan Hakiki ~*~
      • ~*~ Menulislah ~*~
      • ~*~ Resep Sukses AMK ~*~
      • ~*~ Resep Sukses Menulis ~*~
      • ~*~ Dua Golongan~*~
    • ►  Januari (6)
      • ~*~ Kritikan~*~
      • ~*~ Keburukan yang Terkondisikan ~*~
      • ~*~ Kolam Terpisah ~*~
      • ~ * ~ Resep Popcorn Anti Gagal ~ * ~
      • ~*~ Pakaian Kita ~*~
      • ~*~ Anakku Investasi Akhiratku ~*~
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.