Rabu, 28 Februari 2018
~*~ Resep Perkedel Kentang Simple ~*~
Sudah lama gak masak perkedel kentang,
jadi kangen juga mak. Masaknya simple dan cepat biar langsung bisa di makan mak. Hehe..
Ini resepnya ya mak.
Bahan-bahan:
1/2 Kg Kentang
1 Butir Telur
5 Siung Bawang Merah
Secukupnya Merica Bubuk, Garam, Kaldu.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Kupas kentang lalu potong-potong, cuci bersih dan tiriskan.
2. Goreng kentang dan bawang merah yang sudah di iris sampai matang, haluskan kentang pakai garpu, beri secukupnya garam, kaldu, merica bubuk dan bawang goreng.
3. Kocok telur, masukan 1/2 bagian kocokan telur ke dalam kentang yang sudah dihaluskan. Aduk-aduk sampai rata. Diamkan sebentar. Lalu bulatkan.
4. Balurkan bulatan kentang ke dalam 1/2 bagian kocokan telur, lalu goreng sampai kecoklatan. Angkat dan sajikan untuk keluarga tercinta.
Gampang kan mak? saya paling seneng dengan masakan sederhana dan simple gak pakai waktu lama.
Selamat mencoba ya mak. :)
Rabu, 14 Februari 2018
~*~ Menikmati Perjalanan ~*~
Sepenggal tragedi perjalananku kali ini.
Tujuan Serang -Jawa menuju rumah suami.
Menjenguk sang ibu yang sakit sudah beberapa hari.
Sampai Bekasi AC di mobil mati.
Setengah jam cukup untuk memperbaiki.
Alhamdulillah perjalanan pun lancar kembali.
Sampai Kebumen mobilnya mogok
Lagi.
Alhamdulillah lagi ku nikmati.
Jika tidak pasti akan 'gremeti' bikin capek ke hati.
Dan sampailah di tempat persinggahan.
Istirahat sejenak tuk meluruskan badan.
Serta sholat tuk tunaikan kewajiban.
Dan..
Tibalah saatnya makan.
Mengisi perut yang mulai keroncongan.
Ku ambil secukupnya nasi, lauk pauk dan sayuran.
Tak lupa juga secangkir teh hangat di nampan.
Alhamdulillah...ku nikmati setiap suap makanan.
Dan...
Tiba pada suapan berikutnya,
Ku temukan seekor hewan imut dipiring makan.
Astagfirullah...
Ini apaan?
Hewan imut itu ngumpet di sela-sela sayuran.
Oh...tuhan...
Bersyukur ku masih di beri penglihatan tajam.
Jika tidak...
Hewan imut itu kan terkunyah dan ku telan dalam-dalam.
Nafsu makanku pun berkurang.
Ku akhiri dengan seteguk minuman.
Teh hangat manis menyegarkan tenggorokan.
Tapi sebentar....
Ko ada rasa asin dalam teh manis yang ku minum barusan.
Ini apaan?
Teh manis hangat rasa asin seperti oralit buatan.
Mual ku bertambah,
Kubergegas ke bus, ambil makanan penetral mual.
Alhamdulillah...
Mual ku hilang sudah.
**
Dalam perjalanan ku ambil sedikit pelajaran.
Perlu menikmati dan tumbuhkan kesabaran.
Terlebih lagi di saat perjalanan.
Bersyukurlah maka allah akan tambahkan kenikmatan.
Alhamdulillah...
-Ummu Aqila--
Yogyakarta, 14 Februari 2018
Senin, 12 Februari 2018
~*~ Kehidupan Hakiki ~*~
Setiap yang bernyawa akan mati.
Kematian tak mengenal usia dan jabatan tinggi.
Tua muda perempuan dan laki-laki.
Semua akan kembali kepada
Allah sang pencipta dan pengatur kehidupan ini.
Tahukah diri...?
Untuk apa hidup di dunia yang fana ini?
Apakah hanya untuk mencari kesenangan duniawi?
Ataukah untuk beribadah kepada ilahi?
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat : 56)
Allah menciptakan jin dan manusia tujuannya agar beribadah kepadaNya.
Mentaati dan menjauhi semua laranganNya.
Hidup di dunia ini.
Semuanya Tak ada yang abdi.
Kecuali amalan diri.
Bekal tuk menghadap ilahi.
*muhasabahdiri
*Photo: internet
Jumat, 09 Februari 2018
~*~ Menulislah ~*~
Rangkai kata-kata menjadi kalimat penuh arti.
Bubuhi dengan ayat-ayat suci.
Agar...
Membacanya semakin melembutkan hati.
Membacanya semakin mendekatkan diri pada ilahi.
Menulislah wahai diri...
Ragamu bisa mati.
Tapi....
Tulisanmu kan tetap abadi.
*Nasihat untuk diri.
Yang sedang belajar menulis dari hati.
-Ummu Aqila--
Serang, 8 Februari 2018
*Photo: internet
~*~ Resep Sukses AMK ~*~
Dulu.... semenjak belum mengenal program OPEy, berat sekali rasanya untuk menuangkan kata-kata menjadi sebuah kalimat yang bermakna.
Apalagi sampai di publikasikan di sosial media.
Rasanya gak pede, tulisan saya nanti ketahuan jeleknya.
Takut nanti gak ada yang baca.
Padahal... ya kalau ketahuan jelek tulisannya, berarti ada yang memperhatikan, dan masukkan bagi saya agar terus belajar lagi untuk menulis.
Padahal... kalaupun toh gak ada yang baca sama sekali, ya gak apa-apa,
Namanya juga masih belajar.
Yang terpenting adalah kita menulis karena apa?
Karena manusia atau karena ingin banyak pembaca?
Akan kecewa jika menulis berharap karena manusia, cukup lillah saja.
Insyaallah sepanjang apa pun tulisannya, dan sepegel apapun kita ngetik. Tidak akan merasa kecewa.
Tak lama setelah ikutan program OPEy, sayapun tertarik dengan AMK (Akademi Menulis Kreatif).
Disana saya diajarkan menulis dari materi dasar, tentunya cocok untuk pemula seperti saya.
Menulis aktifitas menuangkan kata-kata yang ada dikepala.
Tak perlu takut salah kata.
Apalagi takut gak dibaca.
Karena sejatinya setiap tulisan akan selalu ada pembaca setia.
Entah itu satu atau dua orang pembacanya.
Membaca dan menulis dua hal tidak dapat dipisahkan, kedunya saling melengkapi, jika ingin menjadi penulis sungguhan. Bisa di coba nih 4 dari 5 resep sukses yang saya pelajari di AMK.
1. Tujuan yang jelas.
Tujuan seseorang menulis harus jelas, contohnya ingin membuat satu buku.
2. Ukuran yang kongkret.
Seorang pembalap harus tau garis finish, Begitupun seorang penulis harus tau finishnya, apakah tulisannya akan berakhir di media cetak atau di blog saja.
3. Pengalaman sukses.
Bagi pemula seperti saya, yang sudah berani memposting tulisan itu adalah pengaman sukses saya. Minimalnya saya telah sukses membuang rasa tidak percaya diri dan rasa takut saya.
4. Pengakuan atas pencapaian.
Akan ada rasa bangga/bersyukur terhadap karya sendiri, meskipun saat ini masih sebatas tulisan di status efbe, berilah reward semisal dengan membeli buku baru. Agar semakin semangat membaca dan menuangkan isi pikiran yang terserap dari membaca.
Satu resep lagi masih menunggu, akan dibahas pada pertemuan KULWA minggu depan. Bikin saya penasaran, kamu juga kan? :D
Semoga masih bisa meraup ilmu sedalam-dalamnya, dan membagikannya untuk yang lain.
'Menulislah, karena hanya tulisan yang akan abadi setelah raga ini mati'.
-Ummu Aqila--
Serang, 9 Februari 2018
*Photo: internet
Apalagi sampai di publikasikan di sosial media.
Rasanya gak pede, tulisan saya nanti ketahuan jeleknya.
Takut nanti gak ada yang baca.
Padahal... ya kalau ketahuan jelek tulisannya, berarti ada yang memperhatikan, dan masukkan bagi saya agar terus belajar lagi untuk menulis.
Padahal... kalaupun toh gak ada yang baca sama sekali, ya gak apa-apa,
Namanya juga masih belajar.
Yang terpenting adalah kita menulis karena apa?
Karena manusia atau karena ingin banyak pembaca?
Akan kecewa jika menulis berharap karena manusia, cukup lillah saja.
Insyaallah sepanjang apa pun tulisannya, dan sepegel apapun kita ngetik. Tidak akan merasa kecewa.
Tak lama setelah ikutan program OPEy, sayapun tertarik dengan AMK (Akademi Menulis Kreatif).
Disana saya diajarkan menulis dari materi dasar, tentunya cocok untuk pemula seperti saya.
Menulis aktifitas menuangkan kata-kata yang ada dikepala.
Tak perlu takut salah kata.
Apalagi takut gak dibaca.
Karena sejatinya setiap tulisan akan selalu ada pembaca setia.
Entah itu satu atau dua orang pembacanya.
Membaca dan menulis dua hal tidak dapat dipisahkan, kedunya saling melengkapi, jika ingin menjadi penulis sungguhan. Bisa di coba nih 4 dari 5 resep sukses yang saya pelajari di AMK.
1. Tujuan yang jelas.
Tujuan seseorang menulis harus jelas, contohnya ingin membuat satu buku.
2. Ukuran yang kongkret.
Seorang pembalap harus tau garis finish, Begitupun seorang penulis harus tau finishnya, apakah tulisannya akan berakhir di media cetak atau di blog saja.
3. Pengalaman sukses.
Bagi pemula seperti saya, yang sudah berani memposting tulisan itu adalah pengaman sukses saya. Minimalnya saya telah sukses membuang rasa tidak percaya diri dan rasa takut saya.
4. Pengakuan atas pencapaian.
Akan ada rasa bangga/bersyukur terhadap karya sendiri, meskipun saat ini masih sebatas tulisan di status efbe, berilah reward semisal dengan membeli buku baru. Agar semakin semangat membaca dan menuangkan isi pikiran yang terserap dari membaca.
Satu resep lagi masih menunggu, akan dibahas pada pertemuan KULWA minggu depan. Bikin saya penasaran, kamu juga kan? :D
Semoga masih bisa meraup ilmu sedalam-dalamnya, dan membagikannya untuk yang lain.
'Menulislah, karena hanya tulisan yang akan abadi setelah raga ini mati'.
-Ummu Aqila--
Serang, 9 Februari 2018
*Photo: internet
Jumat, 02 Februari 2018
~*~ Resep Sukses Menulis ~*~
*ini tulisan saya dalam program OPEy (One Post Every day hari ke 19 tadi siang ya mak.
Mak-mak hari ini mau masak apa ?
Sayur asem, semur jengkol, tumis bawang, atau mendoan tempe pedas yang lagi kekinian itu ? :D
Pasti sudah ada list menu untuk dimasak hari ini kan mak ?
Masak itu butuh resep ya mak, sama halnya dengan kesuksesan, butuh banget yang namanya resep jitu.
Ini saya bagikan disini ya mak,
Alhamdulillah semalam saya ikut kulwa yang ke dua kalinya di grup AMK (Akademi Menulis Kreatif ).
Mudah-mudah bermanfaat, terutama untuk jiwa-jiwa pemenang dimanapun berada. :D
Poin pertama,
Harus memiliki tujuan yang jelas.
Contohnya, ketika sesorang ditanya mau masak apa hari ini? Jawabnya mau masak semur jengkol, nah berarti sudah jelas tujuan masaknya.
Beda halnya dengan jawaban
'ah saya bingung nih mau masak apa hari ini' tujuannya gak jelas ya mak, gimana mau menikmati hasil masakannya.
Nah...ini nih mak trik agar TUJUAN jelas.
Saat mau menyusun tujuan gunakan model penyusunan *SMART*:
S= SPECIFIC (SPESIFIK)
M= MEASURABLE (TERUKUR)
A= ACHIEVEABLE (DAPAT DICAPAI)
R= REALISTIC (REALISTIS)
T= TIME-BOUNDED (DIBATASI WAKTU)
(Brian Tracy di buku Full Engagement)
S= SPECIFIC (SPESIFIK)
Banyak impian yang gagal karena tidak jelas tujuannya, jadi kalau punya tujuan harus lebih spesifik dan jelas ya mak.
M= MEASURABLE (TERUKUR)
Terukur maksudnya harus bisa dijelaskan dengan angka.
Contoh target yang terukur adalah
Dalam jangka setahun saya harus punya 1 buku.
A= ACHIEVEABLE (DAPAT DICAPAI)
R= REALISTIC (REALISTIS)
Tujuannya harus realistis, jika sehari mampu menulis selembar, ya rutinkan selembar sehari ya mak.
T= TIME-BOUNDED (DIBATASI WAKTU)
Apapun impian/visi hidup harus dibatasi waktu, maksudnya ada timelinenya.
Untuk yang ingin sukses menjadi penulis, rajin-rajinlah membaca dan rutinkan menulis, seiring berjalannya waktu insya allah kita bisa menulis.
'Pede aja tulis aja yang ada di pikiran kita'
kalau tulisannya bagus dan sampai tembus media, itu bonusnya barangkali ya mak. :)
Karena waktu kulwa nya terbatas, gak terasa membahas satu poin aja udah habis waktunya mak, Masih ada beberapa poin lagi, insya allah di lanjut minggu depan ya mak.
Bersambung dulu... :D
Kamis, 01 Februari 2018
~*~ Dua Golongan~*~
Jauuuuuh....
Lihat di bumi saja.
Begitu kira-kira candaan pembuka shalat gerhana semalam.
Selain memberi informasi seputar gerhana bulan, tata cara solatnyapun disampaikan.
Jamaah dengan khidmat mendengarkan.
Seisi ruangan mejadi tenang,
Sesekali keluar tangisan bayi dishaf sebelah kanan.
Fenomena gerhana bulan yang disaksikan manusia semalam.
Adalah salah satu dari sekian banyaknya kebesaran Tuhan.
Ada pelajaran yang bisa diambil dari khutbah semalam.
Ustadz menyampaikan..
Ada dua golongan manusia ketika Allah perlihatkan tanda kebesaranNya.
Golongan yang pertama.
Adalah golongan manusia yang ketika melihat kebesaran allah,
ia akan semakin menambah ketaatannnya.
Ia akan semakin menambah kekhusuan dalam sholatnya.
Ia akan semakin rajin sodaqohya.
Ia akan semakin lembut hatinya.
Namun berbeda dengan golongan yang ke dua.
Adalah segolongan umat yang ketika melihat kebesaran allah,
Tidak menambah ketaatanya.
Hatinya semakin keras.
Jiwanya semakin sombong.
Golongan tersebut adalah golongan yang ingkar kepada Tuhannya.
Allah sebagai pencipta dan pengatur seluruh alam semesta.
Mudah baginya menampakkan kebesarannya.
Semoga kita termasuk golongan yang pertama.
Golongan orang-orang yang Allah jauhkan dari kemaksiatan dan kemalasan dalam menjalankan semua perintahNya.
Aamiin..
Langganan:
Postingan (Atom)





