Bagi pemula tentang dunia tulis menulis seperti saya, akan melempem jika pertama kali kita menulis dikomentari dengan bahasa yang 'anarkis' :D alias pedas abis.
Ibarat orang mau naik pakai tangga, tangganya udah goyang-goyang sekuat tenaga dan diambillah tangga tersebut, tangga yang satu-satunya untuk kita bisa naik menggapai sesuatu dan membagikannya ke yang lain.
Yaaa.. kebayang kan rasanya? gimanaaaa gitu yaa.. :)
Tapi beda ya dengan komentar yang membangun mah, komentar yang membuat kita bikin keren lagi tulisannya. Itu mesti diterima dengan lapang dada.
Bagi pemula dalam dunia kepenulisan itu butuh banget yang namanya support, minimal support an para gurunya.
Tapi tetap ya tujuan utama kita menulis ikhlas karena allah saja.
Karena pasti akan berujung kecewa jika kita berharap pada manusia semata.
Memang sudah nalurinya, manusia ingin dipuji, tapi bukan berarti nambah sombong ya, bukan...tapi untuk lebih semangat dan giat lagi dalam menulis.
Meskipun tulisan saya gak bagus -bagus amat sih. masih sebatas tulisan curhatan hati gitu. :D
Tapi tidak apa2 ya, namanya juga pemula, siapa tau nanti bisa jadi penulis beneran. aamiin..
Saya jadi teringat komentar-komentar penulis buku, sebegitu mudahnya menulis, dan sebegitu gampangnya memberi komentar yang positip, membuat para pemula merasa enjoy dengan apa yang ditulisnya.
Beliau tidak hanya meninggalkan jejak 'jempol', tapi juga komentar simpel padat makna yang beliau tulis di kolom para anggota AMK.
'Tulisan yang renyah '
'Inspiratif'
'Keren'
'Saya suka. Renyah dikunyah tulisannya'
'Inspiring dan dalem'
'Storytelling yg keren'
Itu adalah salah satu diantara banyaknya komentar postif lain dari tulisan para anggota AMK.
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari Muslim).
Hadist di atas mengingatkan kita sebisa mungkin isi pembicaraan kita harus baik, jika tidak bisa lebih baik diam.
Agar tidak ada hati yang tersakiti dengan ucapan atau komentar pedas kita.
Selasa, 30 Januari 2018
Selasa, 23 Januari 2018
~*~ Keburukan yang Terkondisikan ~*~
Hari sabtu adalah waktu untuk bertemu dengan ke lima anakku,
Kami harus meluangkan waktu, minimal seminggu sekali bertemu, saling curhat, saling bertukar pikiran seperti tentang kondisi kids zaman sekarang.
Alhamdulillah..
Ke lima anak-anakku, mereka berada dilingkungan pesantren yang sudah dikondisikan.
Pakaian tertutup rapi sempurna,
Tidak ada interaksi laki-laki dan perempuan.
Mata dijaga dari pandangan yang diharamkan.
Selalu berkata santun nan sopan.
Tak henti melantunkan ayat suci alquran.
Bahasa arabpun sudah menjadi bahasa keseharian .
Jika ada yang melanggar aturan,
Sanksi pun harus diberikan,
Dikasih pemahaman agar kesalahan tak lagi terulang.
Tapi...
berbeda dengan
Kondisi kids di seberang,
banyak kids berpacaran,
Berpakaian serba minim seperti kurang bahan.
Sudah terbisa melihat kids bergandengan tangan.
Berpelukan, bahkan ada yang benci*man.
Astagfirullah...
Urat malu sudah hilang,
Katanya yang penting kekinian dan gak ketinggalan zaman.
Sinetron pun gak mau ketinggalan.
Sepasang anak muda-mudi dijadikan peran,
mempertontonkan kemewahan, pergaulan bebas dan tawuran.
Merasa ada tontonan, kids pun mempraktekkan,
Mencoba-coba dan ingin menuntaskan rasa penasaran.
Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan,
Menjadikan kondisi kids seperti sekarang.
Tidak ada aturan, semua bebas mengatasnamakan HAM.
Jika diibaratkan...
Handphone benda mati saja punya aturan.
Jika salah menggunakan,
Dipastikan akan hancur tak tersisakan.
Manusia allah ciptakan untuk taati aturan,
Agar tak salah mencari jalan.
Kebaikan ia sendiri yang akan rasakan
Sayang seribu sayang.
Saat ini Alquran belum bisa dijadikan aturan dalam pemerintahan.
Butuh perjuangan untuk terus menyampaikan, serta memahamkan bahwa tidak ada aturan yang lebih baik bagi seluruh insan.
Kecuali aturan dalam Islam.
Jangan khawatir...
Kebaikan tidak hanya dirasakan oleh yang beragama islam.
Tapi untuk manusia seluruh alam.
*Poto: internet
Kami harus meluangkan waktu, minimal seminggu sekali bertemu, saling curhat, saling bertukar pikiran seperti tentang kondisi kids zaman sekarang.
Alhamdulillah..
Ke lima anak-anakku, mereka berada dilingkungan pesantren yang sudah dikondisikan.
Pakaian tertutup rapi sempurna,
Tidak ada interaksi laki-laki dan perempuan.
Mata dijaga dari pandangan yang diharamkan.
Selalu berkata santun nan sopan.
Tak henti melantunkan ayat suci alquran.
Bahasa arabpun sudah menjadi bahasa keseharian .
Jika ada yang melanggar aturan,
Sanksi pun harus diberikan,
Dikasih pemahaman agar kesalahan tak lagi terulang.
Tapi...
berbeda dengan
Kondisi kids di seberang,
banyak kids berpacaran,
Berpakaian serba minim seperti kurang bahan.
Sudah terbisa melihat kids bergandengan tangan.
Berpelukan, bahkan ada yang benci*man.
Astagfirullah...
Urat malu sudah hilang,
Katanya yang penting kekinian dan gak ketinggalan zaman.
Sinetron pun gak mau ketinggalan.
Sepasang anak muda-mudi dijadikan peran,
mempertontonkan kemewahan, pergaulan bebas dan tawuran.
Merasa ada tontonan, kids pun mempraktekkan,
Mencoba-coba dan ingin menuntaskan rasa penasaran.
Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan,
Menjadikan kondisi kids seperti sekarang.
Tidak ada aturan, semua bebas mengatasnamakan HAM.
Jika diibaratkan...
Handphone benda mati saja punya aturan.
Jika salah menggunakan,
Dipastikan akan hancur tak tersisakan.
Manusia allah ciptakan untuk taati aturan,
Agar tak salah mencari jalan.
Kebaikan ia sendiri yang akan rasakan
Sayang seribu sayang.
Saat ini Alquran belum bisa dijadikan aturan dalam pemerintahan.
Butuh perjuangan untuk terus menyampaikan, serta memahamkan bahwa tidak ada aturan yang lebih baik bagi seluruh insan.
Kecuali aturan dalam Islam.
Jangan khawatir...
Kebaikan tidak hanya dirasakan oleh yang beragama islam.
Tapi untuk manusia seluruh alam.
*Poto: internet
Senin, 22 Januari 2018
~*~ Kolam Terpisah ~*~
Perjalanan dari Serang ke Cisolong kurang lebih 1.5 jam, sebetulnya 1 jam juga cukup sampai lokasi, tapi karena membawa anak kecil jadi bawa motornya pelan-pelan saja. :)
Pemandangan Serang-Pandeglang lumayan indah, kanan kiri jalan kita akan di sajikan dengan pemandangan sawah hijau yang membentang luas, (waktu itu masih hijau ya :D) pegunungan yang menjulang tinggi, hawa dingin dari pegununganpun terasa sampai menusuk kaki.
Sampai disana sekitar pukul 08.30, kami disambut oleh bapak penjaga tiket masuk yang sangat ramah, bahasa Sunda si Bapak yang kental, membuat suami saya mengerutkan kening, gak ngerti harus menjawab apa.hehe.. maklum asli Jawa. :)
Padahal si bapak itu cuma bilang begini 'mun tos berang siga kie mah sok rame pak, komo ieu pas liburan sakola'
(Kalau udah siang gini mah rame pak, apalagi ini pas liburan sekolah)
Tiket masuknya terbilang murah meriah, hanya Rp.10.000 untuk dewasa, dan Rp.5.000 untuk anak-anak. Anak saya umur 3 tahun tidak dihitung bayar tiket.
Sekitar 100 meter kita jalan kaki lagi dari pintu masuk ke kolam, disepanjang jalan masuk kita akan disambut dengan rimbunan bambu hijau dan pohon buah Naga, sayangnya saat itu belum berbuah pohon naganya. Jadi gak bisa ambil potonya deh.

Yang paling menarik disana ada kolam yang di 'infishol tam' loh mak, hehe...maksudnya kolam yang dipisah untuk perempuan dan laki-laki, jadi lebih nyaman ya, terutama bagi emak-emak yang istiqomah menutup aurat sempurna dimana pun berapa, :D cukup bayar Rp.3.000 kita bisa sepuasnya berendam di kolam tertutup itu.
Kabarnya di pemandian air panas Cisolong juga airnya mengandung zat kalsium, magnesium ,sulfat, dan termo,(info lanjut hubungi mbah google ya mak..hehe) yang dapat mengatasi beberapa penyakit, seperti penyakit reumatik dan penyakit kulit.
Asik kan mak.. liburan murah meriah dan menyenangkan, penyakit pun hilang. :D
Secara naluri memang para emak mana pun menginginkan berenang atau sekedar berendam dengan nyaman, aman dan bebas bergerak tentunya, untuk menghindari celah-celah dosa dari ikhtilath (campur baur antar laki-laki dan perempuan yang bukan mahram) yang tidak diperbolehkan dalam ajaran islam,
terkecuali memang dalam aktivitas jual beli, belajar mengajar, merawat orang sakit, pengajian di masjid, atau dalam melakukan ibadah haji. Itu lain lagi ya mak. Boleh kalau aktifitas tersebut mah.
Semoga para emak -emak dimanapun berapa, tetap istiqomah menjaga ajaran islam dalam segala aktivitas apapun, termasuk saat sedang liburan. :)
Minggu, 21 Januari 2018
~ * ~ Resep Popcorn Anti Gagal ~ * ~
Sudah hampir dua mingguan ini, saya senang berbagi resep masakan sederhana dan simple ala-ala saya, (maksudnya ala-kadarnya :D), mulai tanggal 1 januari 2018 kemarin sih, baru ada sekitar 12 menu masakan.
Masakannya sederhana hasil tangan sendiri, dan saya post di web komunitas pencinta makanan, komunitas yang sudah menjangkau ke luar negeri itu loh, tidak usah saya sebutkan disini ya nama web nya, khawatirnya dikira iklan terselubung. hehe...
Bagi emak-emak yang suka berkunjung ke mbah google dan ketik resep masakan, pasti sudah hapal betul nama web nya ya. :)
12 menu masakkan yang saya publikasikan itu, ada beberapa menu yang paling banyak dikunjungi, sampai hari ini hampir mau dua ribu an pengunjung, ada beberapa juga yang mengklik cookmark, dan sudah ada yang merecook. Alhamdulillah.. :)
Salah satu menu yang banyak dikunjungi pertama adalah 'cilok enak praktis'.
Entahlah...apa yang membuat begitu banyak mengunjungi resep cilok itu.
Padahal belum lama juga saya publikasikan, sekitar tanggal 7 januari yang lalu, itu artinya baru semingguan.
Pengujung hampir dua ribuan dalam waktu seminggu itu menurut saya mah udah banyak. hehe..
Maklum saja pemula ya, jadi liat angka segitu serasa wow gitu.
Resep yang kedua yang hampir mau dua ribuan dikunjungi itu adalah resep jagung 'popcorn' manis praktis.
Ini saya bagikan disini ya cara memasaknya.
Pertama-tama siapkan bahan-bahannya dulu,
1. Segenggam Jagung kering,
2.1 sendok margarin,
3.1 sendok gula pasir.
Langkah-langkahnya sebagai berikut,
1. Masukan satu sendok margarin dan jagung kering ke dalam panci,
lalu tutup rapat.
2. Nyalakan kompor dengan api sedang. Masak sambil di goyang-goyang ya, tujuannya agar jagung matang sempurna, tandanya tidak ada bunyi pletok-pletok lagi ya.
3. Siapkan wajan lalu beri satu sendok gula pasir. Masak sampai menjadi karamel, jika sudah menjadi karamel masukan jagung matangnya dan aduk-aduk sampai merata.
Angkat dan sajikan untuk keluarga tercinta.
Saya pun pernah memasak jagung yang gagal mekarnya, ternyata setelah di analisa dan membandingkan dengan percobaan yang ke 2, salahnya pada api yang nyala terlalu besar.
Yang mau mencoba selamat mencoba ya, jangan pernah takut gagal, tanpa mencoba kita tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahannya.
'Dimana ada kegagalan disitu ada pembelajaran'
Berbagi itu harus, tanpa harus meminta imbalan.
Apalagi jika berbagi kebaikan, itu sudah menjadi kewajiban.
Agar bukan hanya diri sendiri yang dapat merasakan kebaikan.
Tapi orang lain juga harus mendapatkan.

Serang, 17-01-2018
~*~ Pakaian Kita ~*~
Jangan mengira orang yang menikah akan selalu baik-baik saja,
Tidak...
Sudah alaminya...
Pasti akan ada pertengkaran kecil ditengah-ditengah mereka.
Wajar saja..
Karena menyatukan dua insan berkarakter beda,
Tidak semudah kita bicara.
Hanya saja ada beberapa orang mengatasi masalah dengan cara dewasa.
Tidak seperti anak kecil yang manja,
Bentar-bentar bilang 'pulangkan saja aku pada orang tua' :D
Suami isteri harus sama-sama paham,
Bahwa ke duanya tidak ada yang sempurna,
Jika suami marah, isteri senantiasa diam, begitupun sebaliknya.
Pahit manisnya keluarga cukup diketahui berdua,
Jangan sampai diumbar ke sosial media.
Ini namanya kurang dewasa.
Bukankah suami atau isteri itu ibarat pakaian kita,
Sama-sama saling menutupi....
Menutupi aib rumah tangga.
....Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka....
(QS.Al-Baqarah :187)
Niatkan menikah karena allah semata,
Insya allah semua aktifitas akan bernilai pahala.
*Poto: Internet
Tidak...
Sudah alaminya...
Pasti akan ada pertengkaran kecil ditengah-ditengah mereka.
Wajar saja..
Karena menyatukan dua insan berkarakter beda,
Tidak semudah kita bicara.
Hanya saja ada beberapa orang mengatasi masalah dengan cara dewasa.
Tidak seperti anak kecil yang manja,
Bentar-bentar bilang 'pulangkan saja aku pada orang tua' :D
Suami isteri harus sama-sama paham,
Bahwa ke duanya tidak ada yang sempurna,
Jika suami marah, isteri senantiasa diam, begitupun sebaliknya.
Pahit manisnya keluarga cukup diketahui berdua,
Jangan sampai diumbar ke sosial media.
Ini namanya kurang dewasa.
Bukankah suami atau isteri itu ibarat pakaian kita,
Sama-sama saling menutupi....
Menutupi aib rumah tangga.
....Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka....
(QS.Al-Baqarah :187)
Niatkan menikah karena allah semata,
Insya allah semua aktifitas akan bernilai pahala.
*Poto: Internet
~*~ Anakku Investasi Akhiratku ~*~
Nak...
Menutup aurat dengan sempurna itu bukan saat sholat saja,
Atau saat pergi ke tanah suci saja,
Atau saat berada dimesjid saja,
Atau saat mengaji saja.
Bukan nak...
Tapi saat keluar rumah pun harus menutup aurat dengan sempurna,
Didalam rumahpun ketika ada yang bukan mahram, harus ditutup sempurna.
Kaki pun termasuk aurat nak,
Tidak hanya pas shalat saja kaki tak nampak,
Sedang setelahnya boleh dilihat.
Tidak nak...
Allah tidak hanya melihat kita pas sholat,
Tapi Allah melihat kita setiap saat.
Allah sudah sampaikan di alquran, dalam
Surat Al-Ahzab ayat ke 59 tentang jilbab/gamis. (Boleh lihat kamus b.arab arti jilbab)
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al Ahzab:59)
Serta dalam Surat An-Nur ayat ke 31 tentang khimar/kerudung yang menutup sampai dada.
...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya...(QS:An-Nur 31)
Lihat itu nak..
Permen yang dibungkus rapi tidak akan dihinggapi semut,
Tapi sebaliknya permen yang terbuka, semut akan menghisap habis manisnya.
Bahkan lalatpun tak segan tuk mendekatinya.
Nak...ibu tahu...
Godaan diluar sana memang begitu berat,
Bagaimana tidak?
Kamu yang sedang ibu ajarkan menutup aurat sempurna.
Tapi pakaian yang serba minim nan lucu bertebaran dimana2.
Disadari atau tidak, kita sedang di disuguhi melalui 4F dari barat nak.
Fashion..
Food..
Fun..
Film..
Semua masuk ke negeri kita tak henti-hentinya.
Siapa yang bertanggungjawab untuk mensaring semuanya nak?
Jika bukan dari keluarga.
Memang Ada...
Ada saja ibu yang lebih senang anaknya memakai pakaian terbuka.
Keren dan kekinian katanya.
Tapi....
Cukup bagi ibu...
Pakaianmu adalah pakaian yang tertutup sesuai syariatNya.
Engkau adalah investasi akhirat ibu.
Jika ibu tidak mendidikmu sedini mungkin tentang wajibnya menutup aurat.
Belum tentu 20 tahun yang akan datang ibu masih membersamaimu.
Menutup aurat dengan sempurna itu bukan saat sholat saja,
Atau saat pergi ke tanah suci saja,
Atau saat berada dimesjid saja,
Atau saat mengaji saja.
Bukan nak...
Tapi saat keluar rumah pun harus menutup aurat dengan sempurna,
Didalam rumahpun ketika ada yang bukan mahram, harus ditutup sempurna.
Kaki pun termasuk aurat nak,
Tidak hanya pas shalat saja kaki tak nampak,
Sedang setelahnya boleh dilihat.
Tidak nak...
Allah tidak hanya melihat kita pas sholat,
Tapi Allah melihat kita setiap saat.
Allah sudah sampaikan di alquran, dalam
Surat Al-Ahzab ayat ke 59 tentang jilbab/gamis. (Boleh lihat kamus b.arab arti jilbab)
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al Ahzab:59)
Serta dalam Surat An-Nur ayat ke 31 tentang khimar/kerudung yang menutup sampai dada.
...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya...(QS:An-Nur 31)
Lihat itu nak..
Permen yang dibungkus rapi tidak akan dihinggapi semut,
Tapi sebaliknya permen yang terbuka, semut akan menghisap habis manisnya.
Bahkan lalatpun tak segan tuk mendekatinya.
Nak...ibu tahu...
Godaan diluar sana memang begitu berat,
Bagaimana tidak?
Kamu yang sedang ibu ajarkan menutup aurat sempurna.
Tapi pakaian yang serba minim nan lucu bertebaran dimana2.
Disadari atau tidak, kita sedang di disuguhi melalui 4F dari barat nak.
Fashion..
Food..
Fun..
Film..
Semua masuk ke negeri kita tak henti-hentinya.
Siapa yang bertanggungjawab untuk mensaring semuanya nak?
Jika bukan dari keluarga.
Memang Ada...
Ada saja ibu yang lebih senang anaknya memakai pakaian terbuka.
Keren dan kekinian katanya.
Tapi....
Cukup bagi ibu...
Pakaianmu adalah pakaian yang tertutup sesuai syariatNya.
Engkau adalah investasi akhirat ibu.
Jika ibu tidak mendidikmu sedini mungkin tentang wajibnya menutup aurat.
Belum tentu 20 tahun yang akan datang ibu masih membersamaimu.
Langganan:
Postingan (Atom)





