Hari sabtu adalah waktu untuk bertemu dengan ke lima anakku,
Kami harus meluangkan waktu, minimal seminggu sekali bertemu, saling curhat, saling bertukar pikiran seperti tentang kondisi kids zaman sekarang.
Alhamdulillah..
Ke lima anak-anakku, mereka berada dilingkungan pesantren yang sudah dikondisikan.
Pakaian tertutup rapi sempurna,
Tidak ada interaksi laki-laki dan perempuan.
Mata dijaga dari pandangan yang diharamkan.
Selalu berkata santun nan sopan.
Tak henti melantunkan ayat suci alquran.
Bahasa arabpun sudah menjadi bahasa keseharian .
Jika ada yang melanggar aturan,
Sanksi pun harus diberikan,
Dikasih pemahaman agar kesalahan tak lagi terulang.
Tapi...
berbeda dengan
Kondisi kids di seberang,
banyak kids berpacaran,
Berpakaian serba minim seperti kurang bahan.
Sudah terbisa melihat kids bergandengan tangan.
Berpelukan, bahkan ada yang benci*man.
Astagfirullah...
Urat malu sudah hilang,
Katanya yang penting kekinian dan gak ketinggalan zaman.
Sinetron pun gak mau ketinggalan.
Sepasang anak muda-mudi dijadikan peran,
mempertontonkan kemewahan, pergaulan bebas dan tawuran.
Merasa ada tontonan, kids pun mempraktekkan,
Mencoba-coba dan ingin menuntaskan rasa penasaran.
Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan,
Menjadikan kondisi kids seperti sekarang.
Tidak ada aturan, semua bebas mengatasnamakan HAM.
Jika diibaratkan...
Handphone benda mati saja punya aturan.
Jika salah menggunakan,
Dipastikan akan hancur tak tersisakan.
Manusia allah ciptakan untuk taati aturan,
Agar tak salah mencari jalan.
Kebaikan ia sendiri yang akan rasakan
Sayang seribu sayang.
Saat ini Alquran belum bisa dijadikan aturan dalam pemerintahan.
Butuh perjuangan untuk terus menyampaikan, serta memahamkan bahwa tidak ada aturan yang lebih baik bagi seluruh insan.
Kecuali aturan dalam Islam.
Jangan khawatir...
Kebaikan tidak hanya dirasakan oleh yang beragama islam.
Tapi untuk manusia seluruh alam.
*Poto: internet

Tidak ada komentar:
Posting Komentar