Perjalanan dari Serang ke Cisolong kurang lebih 1.5 jam, sebetulnya 1 jam juga cukup sampai lokasi, tapi karena membawa anak kecil jadi bawa motornya pelan-pelan saja. :)
Pemandangan Serang-Pandeglang lumayan indah, kanan kiri jalan kita akan di sajikan dengan pemandangan sawah hijau yang membentang luas, (waktu itu masih hijau ya :D) pegunungan yang menjulang tinggi, hawa dingin dari pegununganpun terasa sampai menusuk kaki.
Sampai disana sekitar pukul 08.30, kami disambut oleh bapak penjaga tiket masuk yang sangat ramah, bahasa Sunda si Bapak yang kental, membuat suami saya mengerutkan kening, gak ngerti harus menjawab apa.hehe.. maklum asli Jawa. :)
Padahal si bapak itu cuma bilang begini 'mun tos berang siga kie mah sok rame pak, komo ieu pas liburan sakola'
(Kalau udah siang gini mah rame pak, apalagi ini pas liburan sekolah)
Tiket masuknya terbilang murah meriah, hanya Rp.10.000 untuk dewasa, dan Rp.5.000 untuk anak-anak. Anak saya umur 3 tahun tidak dihitung bayar tiket.
Sekitar 100 meter kita jalan kaki lagi dari pintu masuk ke kolam, disepanjang jalan masuk kita akan disambut dengan rimbunan bambu hijau dan pohon buah Naga, sayangnya saat itu belum berbuah pohon naganya. Jadi gak bisa ambil potonya deh.

Yang paling menarik disana ada kolam yang di 'infishol tam' loh mak, hehe...maksudnya kolam yang dipisah untuk perempuan dan laki-laki, jadi lebih nyaman ya, terutama bagi emak-emak yang istiqomah menutup aurat sempurna dimana pun berapa, :D cukup bayar Rp.3.000 kita bisa sepuasnya berendam di kolam tertutup itu.
Kabarnya di pemandian air panas Cisolong juga airnya mengandung zat kalsium, magnesium ,sulfat, dan termo,(info lanjut hubungi mbah google ya mak..hehe) yang dapat mengatasi beberapa penyakit, seperti penyakit reumatik dan penyakit kulit.
Asik kan mak.. liburan murah meriah dan menyenangkan, penyakit pun hilang. :D
Secara naluri memang para emak mana pun menginginkan berenang atau sekedar berendam dengan nyaman, aman dan bebas bergerak tentunya, untuk menghindari celah-celah dosa dari ikhtilath (campur baur antar laki-laki dan perempuan yang bukan mahram) yang tidak diperbolehkan dalam ajaran islam,
terkecuali memang dalam aktivitas jual beli, belajar mengajar, merawat orang sakit, pengajian di masjid, atau dalam melakukan ibadah haji. Itu lain lagi ya mak. Boleh kalau aktifitas tersebut mah.
Semoga para emak -emak dimanapun berapa, tetap istiqomah menjaga ajaran islam dalam segala aktivitas apapun, termasuk saat sedang liburan. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar