Rabu, 25 Desember 2019

_*_ Tips Bisa Nulis _*_




Tipe-tipe orang dalam mengungkapkan isi pikiran memang unik, ada yang fasih berbicara, tapi sulit merangkai kata pada selembar kertas.
Ada yang hebat menulis, tapi kesulitan untuk berbicara di depan khalayak.

Kadang kita mengira orang yang pandai berbicara pandai juga merangkai kata, ternyata tidak juga, ada loh, mereka yang pandai mengekpresikan diri dalam berkata, tapi belum bisa menuangkan aksara ke dalam tulisan, pun sebaliknya.

Sebetulnya potensi orang dalam menulis, berbicara atau apapun itu.
Bukan dilihat dari  bakat yang ada pada diri seseorang, melainkan pada mau tidaknya ia untuk belajar.
Belajar untuk berbicara di depan orang, belajar untuk menulis sampai mahir.

Berbicara untuk menyampaikan apa yang sudah kita tahu, misalnya tentang dilarangnya berpacaran, mencontek, berbohong, marah dengan teman lebih dari tiga hari, atau tentang ilmu apa saya yang kita ketahui.

Pepatah mengatakan bisa itu karena terbiasa, sesering mungkin kita berbicara di depan banyak orang, seiring berjalannya waktu insya allah, kita akan berani berbicara mengungkap apa yang tersimpan dalam pikiran kita.
Semua memang berproses, ada yang sekali dua kali sudah berani, ada yang harus berulang-ulang kali, baru ia akan berani.

Begitupun dengan menulis, menulis adalah aktivitas menuangkan ide yang ada di pikiran kita, cara termudah agar lancar menulis yaitu dengan menuliskan pengalaman hidup, coba deh di ingat-ingat, kenangan apa yang membuat kamu merasa bahagia dalam menjalani hidup, pasti banyak banget kan, tuangkan saja dalam secarik kertas, bisa jadi kenangan kamu bisa menginspirasi sahabat yang lainnya.

Puluhan terori menulis tak akan berarti, jika kita enggan memparktekkan atau mencobanya.
Semua bisa dimulai dengan belajar menuliskan sesuatu yang mudah, yang pernah kita alami dan rasakan dalam hidup ini, dijamin tulisan kita akan mengalir.

Sobat, jangan mengedit tulisan saat kita asyik menulis ya, tulis saja sampai merasa tulisan kita sudah selesai. Nah, baru setelah itu kita edit.
Jika sedang menulis, lalu sebentar-sebentar di edit, biasanya tulisan kita gak akan selesai.

Tidak usah memikirkan apakah tulisan kita bagus atau tidaknya, untuk pemula menuliskan sesuatu yang mudah adalah cara paling jitu, Insya allah biasanya kata-kata yang keluar dari perasaan, akan menyentuh hati para pembaca.


Tak lupa untuk menunjang tulisan agar lebih bergizi, kita harus rajin membaca dan terus melatih menuangkan rasa ke dalam tulisan.
Menulis adalah aktivitasnya orang-orang hebat, hasil tulisannya bisa dibaca ratusan kepala, dan menjadi amal jariyah ketika penulisnya sudah tiada.

'Setiap penulis akan mati, Hanya karyanyalah yang abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti'.

Yuk berlomba-lomba menyebar kebaikan lewat tulisan, tulisan yang bermanfaat yang bisa pembaca petik hikmahnya.

Rabu, 18 Desember 2019

-*- Kepleset -*-




Kurang lebih dua tahun yang lalu, kami pulang ke kampung halaman kelahiranku, dengan jarak tempuh yang lumayan melelahkan, tiga jam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, membuat punggung kami terasa panas dan kaki sedikit kaku.
.
Ia yang mengendarai motor dengan sabar, sesekali mematikan mesin kendaraan, hanya untuk istirahat sejenak di pinggiran jalan, tepat disana ada bangunan yang tenang dan penuh kedamaian, ya..di tempat itu ia membasuh wajahnya dengan air wudhu dan bersujud di rumahNya.
Mungkin ia sedang memberikan pelajaran pada buah hatinya, bahwa dimanapun kita berada harus tetap menyembahNya, mesti rasa lelah menyapa.
.
Istirahat cukup, dan kamipun melanjutkan perjalanan, masih setengah jarak lagi yang harus kami lampui, pas di pertigaan alun-alun kota,  suara gesekan kendaraan dan aspal jalanan beradu kuat, bruuuuughhh....kami terjatuh dari motor yang ia bawa, sandalku terpental entah kemana, kaki tangan kami terluka, buah hatiku yang ku gendong tertindih motor, yang beratnya sudah tidak kami rasa, celana panjang yang ia kenakanpun menganga. 
.
Kendaraan kami terpleset karena jalanan basah, kurasa ia sudah berhati-hati membawa kendaran, memang posisi pas di belokan agak tajam, motor dibelakang kamipun seketika berhenti, membantu kami membersihkan barang-barang yang berserakan di tengah jalan alun-alun kota.
.
Ku putuskan untuk menelpon keluarga, 'maaf bu..kami tak jadi pulang, qodarullah kami terpleset dijalan', cakapku pada ibu.
.
Ia pun memutar arah jalan pulang, kami tak jadi melanjutkan perjalanan ke kampung halaman, kondisi kami tidak memungkinkan, karena jarak tempuh lebih dekat ke jalan pulang, kamipun akhirnya memutuskan untuk pulang.
.
Itulah sesi kehidupan yang harus kami terima dengan keridhoan, tak akan dihisab, karena kondisi tersebut diluar kekuasaan insan, tugas kami menerima dengan ikhlas, insya allah jika bersabar dalam cobaan  IA akan beri pahala sebagai balasan.
.
Meski di pandang buruk, dan manusia tidak menyukainya, namun insya allah didalamnya ada kebaikan, kami semakin yakin bahwa kami tak kuasa, tak bisa menahan celaka, sungguh hanya IA yang maha sempurna, penggenggam dan pengatur alam semesta, mampu melakukan apa saja pada hambaNya. Tugas manusia hanya taat pada ketetapanNya.
.
Baik menurut kita belum tentu baik menurutNya,
Buruk menurut kita belum tentu buruk menurutNya,
Semua yang terjadi diluar kuasa, sudah menjadi takdir yang harus kita terima dengan lapang dada.

05.19

-*- Jamur dan Ulat -*-


Pagi ini ceritanya masak supa, you know kan supa, asal kata dari bahasa sunda alias jamur, hihi..jamur ini kesukaan Aqila banget, sampe di gadoin kayak cemilan, dia termasuk anak yang suka semua jenis sayuran sih, pernah juga nyicip pare, tapi gak jadi di makan, gak kuat dengan rasanya yang pahit katanya. (Pahit umi, aqila gak suka . :D)
.
.
Saya emak yang suka  mengenalkan makanan yang sehat, halal dan toyib, bukan cuman buat menunjang kesehatannya, tapi memperkenalkan bahwa dalam agama ada loh makanan yang boleh dan gak boleh dimakan, (halal dan haram).
.
.
Tapi...kali ini di bikin terkejoet dengan aksi si imut di dalam supa, ya..bentuknya hitam mungil gitu, meski gak bergerak, tapi tetep aja bikin emak syoook kan. :D
.
.
Terus...gimana nih, lanjut dimasak apa di buang, batinku berbisik, 'kalau dibuang, mubazir loh, itukan cuman sebatang supa doang, inget diluar sana masih banyak yang gak bisa makan, ko kamu main buang-buang makanan, udah masak aja kan bisa dicuci bersih'.begitu kata batinku. :D
.
.
Akhirnya aku ikutin kata batinku, :D ku cuci bersih berkali-kali dan ku masak dengan bumbu sederhana, hanya irisan duo bawang, cabe dan tomat, pelengkapnya garam dan kaldu, agar sedap. Hasilnya lumayann enaak loh, sampe sisa dikiit lagi. :D
.
.
Dari masak supa saya belajar, masak gerak cepat itu kadang gak baik, kenapa?karena kita akan kecolongan dengan satu makhluk yang ngupet di dalamnya. :D.
.
.
Tetep kudu hati2 ya, nikmati aja prosesnya, sama halnya ketika kita menjalani hidup ini, tetap harus hati-hati dibuat enjoy aja (syukur), jangan ngelabrak aturan yang sudah di tetapkan Tuhan, contohnya sudah tau riba itu haram, ya harus ditinggalkan, itu adalah sebuah konsekunsi keimanan kita ke Allah. Taat sepenuhnya tanpa tapi.
.
.
Serang
04.30