Dulu.... semenjak belum mengenal program OPEy, berat sekali rasanya untuk menuangkan kata-kata menjadi sebuah kalimat yang bermakna.
Apalagi sampai di publikasikan di sosial media.
Rasanya gak pede, tulisan saya nanti ketahuan jeleknya.
Takut nanti gak ada yang baca.
Padahal... ya kalau ketahuan jelek tulisannya, berarti ada yang memperhatikan, dan masukkan bagi saya agar terus belajar lagi untuk menulis.
Padahal... kalaupun toh gak ada yang baca sama sekali, ya gak apa-apa,
Namanya juga masih belajar.
Yang terpenting adalah kita menulis karena apa?
Karena manusia atau karena ingin banyak pembaca?
Akan kecewa jika menulis berharap karena manusia, cukup lillah saja.
Insyaallah sepanjang apa pun tulisannya, dan sepegel apapun kita ngetik. Tidak akan merasa kecewa.
Tak lama setelah ikutan program OPEy, sayapun tertarik dengan AMK (Akademi Menulis Kreatif).
Disana saya diajarkan menulis dari materi dasar, tentunya cocok untuk pemula seperti saya.
Menulis aktifitas menuangkan kata-kata yang ada dikepala.
Tak perlu takut salah kata.
Apalagi takut gak dibaca.
Karena sejatinya setiap tulisan akan selalu ada pembaca setia.
Entah itu satu atau dua orang pembacanya.
Membaca dan menulis dua hal tidak dapat dipisahkan, kedunya saling melengkapi, jika ingin menjadi penulis sungguhan. Bisa di coba nih 4 dari 5 resep sukses yang saya pelajari di AMK.
1. Tujuan yang jelas.
Tujuan seseorang menulis harus jelas, contohnya ingin membuat satu buku.
2. Ukuran yang kongkret.
Seorang pembalap harus tau garis finish, Begitupun seorang penulis harus tau finishnya, apakah tulisannya akan berakhir di media cetak atau di blog saja.
3. Pengalaman sukses.
Bagi pemula seperti saya, yang sudah berani memposting tulisan itu adalah pengaman sukses saya. Minimalnya saya telah sukses membuang rasa tidak percaya diri dan rasa takut saya.
4. Pengakuan atas pencapaian.
Akan ada rasa bangga/bersyukur terhadap karya sendiri, meskipun saat ini masih sebatas tulisan di status efbe, berilah reward semisal dengan membeli buku baru. Agar semakin semangat membaca dan menuangkan isi pikiran yang terserap dari membaca.
Satu resep lagi masih menunggu, akan dibahas pada pertemuan KULWA minggu depan. Bikin saya penasaran, kamu juga kan? :D
Semoga masih bisa meraup ilmu sedalam-dalamnya, dan membagikannya untuk yang lain.
'Menulislah, karena hanya tulisan yang akan abadi setelah raga ini mati'.
-Ummu Aqila--
Serang, 9 Februari 2018
*Photo: internet

Tidak ada komentar:
Posting Komentar