Kamis, 01 Maret 2018

~*~ Ghuota Berduka ~*~

Di media sosial penuh dengan foto dan video anak-anak Ghuota,

Tubuh mungil itu hancur lebur tak tersisa.

Ada genggaman sepasang tangan anak dan ibu yang terpisah dari tubuhnya.

Ada tangisan anak-anak tak berdosa.

Mereka menjerit meronta-ronta.

Dikelilingi jasad kaku bermandikan darah dimana-mana. :'(

Dan masihkah layak ku tertawa bahagia?

Ya allah..
Maafkan kami nak.

Kami umat muslim bagaikan buih di lautan.
Jumlah kami banyak.

Tapi kami tak berdaya.
Tak bisa menolong untuk memberhentikan semua kezaliman yang dirasakan disana.

Bom bertubi-tubi.
Korban banyak berjatuhan,
Termasuk kamu nak,
Wajah mungil nan lucu tubuhmu bersimbah  darah.
Dan banyak temanmu pun yang meregang nyawa.

Ya allah...
Dimana suara para pemimpin muslim negeri ini?
Sampai saat ini pemimpin kami belum juga menghentikannya.
Tentara-tentara kaum muslim belum juga dikirim kesana.

Ya allah..
sungguh sesak dada ini menyaksikannya.
Anak kecil tak berdosa, terpaksa kembali ke pangkuanMu karena ulah kebengisan penguasa yang durjana.

Bukankah kaum muslim itu bagaikan satu tubuh.
Saat kaki merasa sakit anggota tubuh yang lainnya pun merasakannya?

Sayangnya saat ini tidak begitu adanya.
Kaum muslim di sekat-sekat oleh nasionalisme.
Menganggap bahwa Guotha,
bukanlah masalah kita.
Adalah masalah mereka.
Disana adalah penderitaan mereka.

Ya allah...
Sungguh kami butuh pemimpin yang peduli dan mampu menjaga darah saudara kami.
Pemimpin yang menjadi perisai bagi kaumnya.

Bersatulah wahai kaum muslim, dibawah satu kepemimpinan yang mau menjaga hak-hak hidup manusia.
Termasuk Goutha.
Karena mereka adalah saudara kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar